Sumbawa Barat – Polres Sumbawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Kodim 1628 Sumbawa Barat, KPU Sumbawa Barat, dan Bawaslu Kabupaten Sumbawa Barat menyelenggarakan simulasi Sispamkota (Sistem Pengamanan Kota) di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (24/07).
Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan area Kemutar Telu Center (KTC) yang merupakan pusat perkantoran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Sumbawa Barat mulai pukul 08.15 WITA dan melibatkan 220 personel gabungan Polres Sumbawa Barat, Kodim 1628 Sumbawa Barat, Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa Barat.
Hadir menyaksikan kegiatan ini Kapolres Sumbawa Barat AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., Dandim 1628 Sumbawa Barat Letkol Inf. Andri Karsa, S.Sos., M.Han., Asisten I Setda Sumbawa Barat H. Abdul Malik, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Sumbawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat yang diwakili oleh Kasi Intel, Ketua KPU Sumbawa Barat yang diwakili oleh Komisioner KPU, Ketua Bawaslu Sumbawa Barat, Kasat Pol PP, Kadis Damkar, Sekretaris Kesbangpoldagri Kabupaten Sumbawa Barat, Pejabat Utama Polres Sumbawa Barat, Danki 2 Yon B Sat Brimob, serta Kapolsek jajaran.
Simulasi ini merupakan bagian dari antisipasi ganguan kamtibmas dalam tahapan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati tahun 2024.
Kapolres Sumbawa Barat menjelaskan kegiatan simulasi Sispamkota merupakan rangkaian simulasi Tactical For Game (TFG) sesuai kerawanan di lapangan dalam rangka kesiapan Polres Sumbawa Barat didukung oleh Kodim 1628 Sumbawa Barat beserta instansi terkait menghadapi Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati/Wakil Bupati tahun 2024 di Kabupaten Sumbawa Barat yang dilaksanakan sampai pemungutan suara pada bulan November 2024.
Beberapa tahapan pemilu mulai dari kampanye, masa tenang, pemungutan suara, penghitungan suara, serta kerawanan lain semua diperagakan dengan memprediksi kerawanan yang akan terjadi sehingga bisa ditangani dengan baik sesuai tahapan maupun berpedoman pada SOP.
Kapolres menekankan pentingnya personel memahami bagaimana cara bertindak dalam setiap tahapan situasi yang ada, hingga pergeseran dari situasi hijau menuju kondisi merah.
“Personel harus paham apa yang dimaksud situasi hijau dan bagaimana cara bertindak yang benar, serta apa yang seharusnya dilakukan personel pada peningkatan eskalasi hingga situasi merah, kondisi anarkis dengan aksi kekerasan dan penjarahan, personel pasti menjadi tidak ragu jika latihan terus dilakukan.” tegasnya.
“Gangguan keamanan sudah dilaksanakan pemetaan mulai dari TPS rawan sampai TPS aman. Semua dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan situasi wilayah Kabupaten Sumbawa Barat tetap dalam kondisi aman dan nyaman.” pungkas Kapolres.









