Ekonomi dan Infrastruktur

Kunjungan Pemkab Batang ke Sirkuit Mandalika: Mempelajari Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus

92
×

Kunjungan Pemkab Batang ke Sirkuit Mandalika: Mempelajari Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Pemkab Batang ke Sirkuit Mandalika: Mempelajari Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus
Kunjungan Pemkab Batang ke Sirkuit Mandalika: Mempelajari Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus

MANDALIKA, kampungjurnalis.com – Pemerintah Kabupaten Batang, yang terletak di provinsi Jawa Tengah, tengah merencanakan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah mereka. Dalam rangka merealisasikan rencana tersebut, pada hari Kamis, 16 Januari 2025.

Bupati Lani Dwi Rejeki beserta rombongan melakukan kunjungan ke Sirkuit Mandalika. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari pengelolaan KEK yang telah sukses di Mandalika.

Selama kunjungan, Bupati Lani menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam memahami pengelolaan KEK.

“Kami datang ke sini untuk mengetahui secara langsung bagaimana pengelolaannya dan hasilnya,” kata Lani.

Lani dan Forkopimda lainnya memilih KEK Mandalika sebagai tujuan Sutdy Tournya, karena melihat Mandalika dapat mengangkat nama Lombok dalam waktu yang singkat.

“Dulu kita tidak tau Lombok, setelah adanya KEK ini, kami jadi tahu Lombok, dan banyak yang membicarakan Lombok sehingga kami tertarik untuk mempelajari seluk beluk KEK dan berencana membuatnya,” kata Lani.

Disisi lain, Sri Purwaningsih dari BPKAD menambahkan bahwa wawasan yang didapat akan menjadi dasar untuk penelitian dan modifikasi dalam penerapan KEK di Batang.

“Selaku Komisaris dan kepala BPKAD, bagaimana caranya kami mencari uang, karena tugas kami di BPKAD adalah mencari uang, kemudian kami akan amati, tiru dan modifikasi apa yang ada di KEK Mandalika in,” tuturnya.

M. Fahrur Rozi, Direktur Kelembagaan dan Humas PT KITB, menyampaikan impresi positif mengenai teknik pengelolaan di Mandalika.

Ia menjelaskan bahwa mereka telah menerima informasi lengkap terkait pengelolaan KEK dan Sirkuit Mandalika, yang dapat menjadi panduan berharga untuk pengembangan di Batang.

“Tadi kami sudah mendapatkan paparan lengkap tentang apa yang ada di KEK Mandalika ini, apa yang kami dapatkan dari hasil paparan dan berkeling ini akan kami tiru sebagai pedoman kami disana,” kata Rozi.

“Kami juga cukup terkesan dengan teknis pengelolaan KEK dan Sirkuit Mandalika yang cukup rapi dan terencana, ini akan sangat bermanfaat sebagi panduan kami mengelola KEK yang akan kami bangun di Batang,” tambahnya.

Melalui kunjungan ini, pihak MGPA juga mengungkapkan harapan agar Sirkuit Mandalika semakin dikenal dan menarik lebih banyak pengunjung.

“Kedatangan mereka ke Sirkuit Mandalika merupakan angin segar buat kami, dengan begini Sirkuit Mandalika akan semakin di kenal orang, dan makin banyak yang tertarik untuk datang,” kata Wakil Direktur Utama MGPA, Samsul Purba.

Sementara itu, Priandhi Satria selaku Direktur Utama MGPA yang dihubungi via telepon menjelaskan, tahun 2024 ini KEK Mandalika mendapatkan status sebagai KEK terbaik.

Dikatakan, MGPA selalu berusaha mengikuti tertib administrasi seperti penggunaan IT INVENTORY yang tersambung dengan LNSW (Lembaga National Single Window), yang bertugas melaksanakan Pengelolaan INSW dan Penyelenggaraan SINSW dalam penanganan dokumen kepabeanan, dokumen kekarantinaan, dokumen perizinan, dokumen kepelabuhanan/kebandarudaraan, dan dokumen lain, yang terkait dengan ekspor dan/atau impor secara elektronik.

“Ini banyak menjadi contoh bagi berbagai pelaku usaha lainnya, sehingga mereka datang mempelajari dan diskusi dengan kami,” kata Priandhi.

“Kita semua di NTB patut bersyukur dengan adanya KEK dan Sirkuit di Mandalika, yang turut memberikan kontribusi sehingga Lombok, NTB menjadi lebih dikenal dan banyak yang ingin mengetahui lebih lanjut,” imbuhnya.

Priandhi mengucapkan terimakasih kepada rombongan Pemkab Batang yang telah bersedia berkunjung ke sirkuit kebanggaan bangsa Indonsia ini dengan didampingi kehadiran pihak Bea Cukai, Sekdenas dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *