Terkini

Preman Tukang Palak Supir Bus di Kempo Berhasil Diamankan Anggota Polsek

51
×

Preman Tukang Palak Supir Bus di Kempo Berhasil Diamankan Anggota Polsek

Sebarkan artikel ini

Polres Dompu, NTB – Beberapa hari yang lalu, Sempat viral sebuah vidio yang mempertontonkan aksi premanisme sejumlah orang yang sedang memalak sebuah bus angkutan di Jalan lintas Kempo – Calabai pada Kamis(11/07/2024) Sekitar Pukul 00:30 WITA

Kabar itu kemudian sampai kepada Kapolsek Kempo IPDA Jubaidin. Ia langsung memerintahkan Kanit Reskrim Aiptu Hasanudin dan Kanit Intel Bripka Johansyah untuk melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut

Merespon Instruksi Pimpinan, Kedua Kanit itu beserta anggotanya langsung bergerak dengan Menjemput F (48) warga Desa Ta’a, Kecamatan Kempo. F merupakan Pria yang terlihat dalam vidio pemalakan itu

IPDA Jubaidin menyebutkan, Saat diperiksa F mengaku memang tetap standby di Lokasi tersebut karena dimintai bantuan untuk mengambil surat retribusi oleh salah satu petugas Dispenda Kabupaten Dompu

“Anggota Kemudian menghubungi Petugas Retribusi angkutan pasir yang disebutkan namanya oleh F. Petugas itu juga membenarkan pernyataan F” Kata Kapolsek

Selain itu, Sambungnya, F juga mengaku bahwa sopir Bus Latonda Utama (Bus yang mereka palak) adalah temannya. F beralasan bus itu tidak diberhentikan oleh mereka, Melainkan berhenti sendiri karena sudah saling mengenal dan Sopir bus itu juga kerap memberikan uang dan rokok saat melihat mereka di lokasi

“F mengaku bahwa sopir bus dalam vidio itu adalah temannya, Sehingga bus berhenti sendiri tanpa di Cegat” Paparnya

Tak mau percaya begitu saja dengan Alasan F, Kapolsek dan Anggota kemudian mengkonfirmasi Sopir tersebut. Pengakuan sopir justru bertolak belakang dengan apa yang dipaparkan F pada penyidik, Justru sopir mengeluhkan tindakan Pemalakan yang sering dilakukan oleh F dan rekan-rekannya,

“Keterangan Sopir berbeda dengan apa yang dikatakan F, Sopir mengaku resah dengan aksi pemalakan yang sering dilakukan oleh para terduga Pelaku” Beber Kapolsek

Jubaidin Juga Menjelaskan, Sopir takut untuk melaporkan aksi premanisme itu ke Aparat karena diancam oleh para terduga pelaku. Padahal, Aksi pemalakan sudah sejak lama ia alami di lokasi tersebut

“Sopir sudah sering dipalak, Tapi takut melaporkan Karen diancam oleh F dan rekannya” Tuturnya

Menurut Keterangan Kapolsek, F Kemudian diamkan di Polsek bersama dua orang Rekannya yang masing-masing berinisial ID (32) warga Desa Kempo dan RA (19) warga desa Ta’a

“Ketiga terduga pelaku Telah kami amankan di Polsek Kempo untuk diperiksa lebih lanjut” Imbuhnya

Kapolsek berharap, jika ditemukan oleh masyarakat kejadian serupa kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kempo, agar segera dilaporkan sehingga Kepolisian bisa merespon cepat

“Laporkan jika menemukan kejadian serupa, Kami akan tindak tegas aksi premanisme seperti itu” Tutup Kapolsek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *